By. Sanfucius
Hari ini kebanyakan orang memiliki komputer dirumah mereka. Komputer merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidapan sehari-hari kita dan membantu kita dalam menyelesaikan berbagai macam pekerjaan. Apakah kita benar-benar menghargai dan tau bagaimana komputer pertama kali diciptakan dan darimana asalnya?
Bermula dari Mesin Ketik...
Mesin ketik ada sebelum komputer dan peralatan listrik. Banyak yang memberikan kontribusi terhadap terciptanya mesin ketik, jadi penghargaan tidak diberikan kepada satu orang. Sejarah mesin ketik dimulai pada tahun 1714 oleh Henry Mill, seorang penemu asal Inggris yang mendapatkan paten untuk sesuatu yang mirip mesin ketik.
Dari 1829 ke 1870 banyak penemu mencoba mematenkan mesin ketik di Eropa dan Amerika. Namun tidak ada pemilik paten / penemu ini yang membawanya kepada produksi untuk keperluan komersil. Para penemu ini meliputi Henry Mill (penemu asal Inggris) dan William Austin Burt (penemu asal Amerika). Untuk daftar yang lebih lengkap kunjungi Wikipedia.org.
Pada tahun 1870 seorang penemu asal Denmark Rasmus malling-Hansen menjadi orang pertama yang secara komersil menjual mesin ketik di tahun 1870 dan merupakan tahun yang sama Thomas Edison menciptakan mesin ketik dengan listrik.
Para penemu menghabiskan bertahun-tahun untuk menyempurnakannya, hanya untuk melihat teknologi lebih baru membuatnya tampak usang.
Komputer Pertama Dibuat..
Charles Babbage, yang juga dikenal sebagai "bapak komputer", memulai ide sebuah komputer yang dapat diprogram. Mesin Babbage merupakan yang pertama dari komputer mekanikal, walaupun belum selesai, sebagian besar disebabkan oleh masalah keuangan dan pribadi. Ia mengarahkan pembuatan mesin bertenaga uap yang berhasil menuai sukses. Walaupun mesin Babbage sangat mekanis dan berat, arsitektur dasarnya sama dengan komputer modern. Data dan memori program memiliki tempat terpisah, operasi didasarkan atas perintah, dan mesin memiliki unit input/output yang terpisah.
Atanasoff Berry Computer (AKA ABC) merupakan komputer elektronik pertama yang memiliki bobot lebih dari 700 pound. Pengerjaan komputer ini dimulai tahun 1937 oleh John Vincent Atansaoff dan Clifford Berry. Mesin baru ini dapat mengerjakan 29 penghitungan secara bersamaan. Namun input/output masih tidak dapat dipercaya dan penemunya harus meninggalkan universitas Iowa untuk Perang Dunia II pada 1942, meninggalkan proyek tersebut tanpa kemajuan. Karena penemu meninggalkannya akibat perang, tidak banyak orang yang tau kalau mesin ini telah ditemukan sampai 1960, yang kemudan menimbulkan kontroversi tentang penemuan komputer yang pertama.
"Model ABC yang didemonstrasikan tahun 1939 belum merupakan komputer, sama seperi model Wrights bersaudara yang belum bisa dikatakan pesawat terbang kala itu", kata Allan R Mackintosh, Professor dari Universitas Kopenhagen.
ENIAC diciptakan oleh John Mauchly dan John Presper Eckert pada tahun 1943. Ukuran fisik dari mesin ini sangat besar jika dibandingkan dengan komputer yang kita miliki hari ini. Menurut Wikipedia, ENIAC memiliki 17.468 pipa hampa udara, 7.200 dioda kristal, 1.500 relay, 70.000 resistor, 10.000 kapasitor, dan sekitar 5 juta hubungan solder. Beratnya mencapai 30 ton, dengan ukuran 2.6 m x 0.9 m x 26 m dengan volume 63m kubik dan mengkonsumsi 150kW tenaga. Pengadilan distrik di A.S menolak paten yang diajukan ENIAC dan mengatakan ABC merupakan komputer pertama.
Hari ini, Komputer Cukup Kecil Untuk Rumah Anda..
Debut Apple Macintosh pada 1984 menawarkan fitur sederhana, graphical intervace, penggunaan 8-MHz, 32-bit Motorola 68000 CPU dan built-in 9-inch B/W screen.
Komputer Portabel..
Ilmuan terdahulu mengatakan "komputer tidak mungkin sekecil itu untuk bisa dibawa-bawa"
Epson HX-20 merupakan komputer portable pertama dibuat tahun 1981. Ia berukuran seperi mesin jahit dan tidak dioperasikan dengan batterai.
Teknologi Hari ini...
Komputer pernah dianggap sebagai teknologi yang tidak penting. Ken Olsen, Chairman dari Digital Equipment Corporation tahun 1977 mengatakan "Tidak ada alasan bagi orang untuk memiliki computer dirumah mereka."
Komputer awalnya dibuat untuk mengkalkulasi sesuatu, sekarang ini telah berubah menjadi laptop portable abad 21, PDA seukuran genggaman tangan, desktop, film animasi, system GPS, world wide web, dan masih banyak lagi.
From Rika
"..WELCOME TO ZONA LOVER SEJATI.."
Arsip Que
-
▼
2008
(12)
-
▼
Mei
(12)
- Kata Lara Que !!
- Tips Membeli HP Second
- TIPS MENCEGAH JERAWAT
- APA ITU JERAWAT ,,,,,??
- TiIPS SEGAR SETIAP SAAT
- AWAS !! VITAMIN BISA JADI PEMBUNUH
- MUSIK MANJUR SEMBUHKAN PASIEN STROKE
- Sejarah Komputer
- Kelebihan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijjah
- Jika Aku Jatuh Cinta
- Hari ini Saya agak sedikit lelah..karna baru pulan...
- salam kenal
-
▼
Mei
(12)
Senin, 26 Mei 2008
Minggu, 25 Mei 2008
Kelebihan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijjah
Segala kepujian dan kesyukuran ditujukan kepada Allah Ta’ala, Salawat dan Salam buat Junjungan Nabi Muhammad ‘Alaihis Solatu was Salam dan buat keluarga dan Sahabat Baginda.
Imam al Bukhari Rahimahullah meriwayatkan daripada Ibnu ‘Abbas Radhia Allah ‘anhuma bahawa Baginda Nabi Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tiada suatu haripun, amalan kebaikan padanya mempunyai kelebihan melainkan pada hari-hari ini – iaitu sepuluh hari Zulhijjah-”. Para Sahabat Baginda bertanya : “Apakah juga (pengecualian itu) termasuk jihad pada jalan Allah ?” . Ujar Baginda : “Tidak juga (termasuk) berjihad pada jalan Allah kecuali bagi seorang yang keluar dengan jiwa raga dan hartanya dan tidak membawa pulang apa-apa pun”.
Imam Ahmad Rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Radhia Allah ‘anhuma bahawa Baginda Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tiada suatu haripun, amalan kebaikan padanya mempunyai kelebihan melainkan pada hari-hari sepuluh Zulhijjah ini, oleh kerana itu perbanyakkanlah padanya tahlil (La Ilaha Illa Allah) , takbir (Allah Akbar) dan tahmid (Alhamdu Lillah)”.
Ibnu Hibban di dam kitab Sahihnya meriwayatkan dari Jabir Radhia Allah ‘anhu bahawa Baginda Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Seutama-utama hari adalah hari ‘Arafah”.
JENIS AMALAN YANG DIANJURKAN PADANYA.
Pertama
Menunaikan ibadah haji dan ‘umrah yang merupakan sebaik-baik amalan. Banyak hadith yang menyatakan kelebihan ibadah ini di antaranya : Sabda Nabi Salla Allah ‘alaihi wa sallam : “Satu ‘umrah ke ‘umrah yang lain menghapuskan (dosa) yang dilakukan di antara keduanya dan haji yang baik (diterima) tiada baginya balasan melainkan Syurga”.
Kedua
Berpuasa pada hari-hari tersebut atau sekadar kemampuannya – terutamanya pada hari ‘Arafah - . Tidak dinafikan bahawa puasa adalah di antara amalan yang terbaik dan ianya adalah pilihan Allah Ta’ala sendiri sebagaimana yang dinyatakan di dalam sebuah hadith qudsi : “Puasa itu adalah bagiKu dan Akulah yang membalasinya, dia meninggalkan keinginan nafsunya, makanan dan minumannya semata-mata keranaKu”. Dari Abu Sa’id al Khudri Radhia Allah ‘anhu berkata : ‘Rasulullah Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tiada seorangpun yang berpuasa pada satu hari di jalan Allah melainkan Allah menjauhkan dengan puasanya itu mukanya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun” (muttafaq ‘alaih). Imam Muslim Rahimahullah meriwayatkan dari Abi Qatadah Radhia Allah ‘anhu bahawa Rasulullah Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Puasa pada hari ‘Arafah, saya mengharap Allah akan menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang mendatang”.
Ketiga
Takbir (Allahu Akbar) dan berzikir padanya, firman Allah Ta’ala yang bermaksud : “(Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang termaklum)”, hari-hari tersebut dijelaskan sebagai sepuluh hari di bulan Zulhijjah. Oleh kerana itulah para ‘Ulama menyarankan supaya diperbanyakkan berzikir pada hari-hari tersebut sebagaimana mafhum hadith Ibnu ‘Umar Radhia Allah ‘anhuma yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad Rahimahullah, di antaranya : “Oleh kerana itu perbanyakkanlah padanya tahlil (La Ilaha Illa Allah) , takbir (Allah Akbar) dan tahmid (Alhamdu Lillah)”. Imam Al Bukhari Rahimahullah meriwayatkan bahawa Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah Radhia Allah ‘anhum kedua mereka pada hari-hari tersebut selalu keluar ke pasar bertakbir dan diikuti oleh orang ramai. Imam Ishaq Rahimahullah meriwayatkan bahawa para Fuqaha’ (ahli feqah) di kalangan Tabi’in (generasi selepas Sahabat Nabi) sentiasa membaca pada hari-hari itu “[Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illa Allah, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa LillahI Hamdu]”. Adalah amat digalakkan supaya suara ditinggikan ketika bertakbir di pasar, rumah, jalan, masjid dan selainnya berdasarkan firman Allah Ta’ala yang bermaksud : “( Dan supaya kamu membesarkan (bertakbir) Allah di atas ni’matNya menghidayat kamu)”. Dibolehkan juga pada hari-hari tersebut berzikir dengan apa-apa zikir yang lain dan segala do’a yang baik.
Keempat
Bertaubat dan meninggalkan segala ma’siat dan dosa, semoga dengan amalan baik dapat mencapai keampunan dan rahmat Allah. Ini kerana ma’siat adalah punca kepada jauh dan terhindarnya seorang hamba dari rahmat Allah manakala ketaatan pula adalah punca dekat dan kasihnya Allah kepadanya. Di dalam sebuah hadith yang diriwatkan oleh Abu Harairah Radhia Allah ‘anhu, Baginda Nabi Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah mencemburui (tidak suka) apabila seseorang hambaNya melakukan perkara yang ditegahNya” (muttafaq ‘alaihi).
Kelima
Memperbanyakkan amalan soleh (baik) terutama amalan-amalan sunat tambahan seperti solat sunat, bersedekah, berjihad, mebaca al Quran, menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran dan seumpamanya kerana kesemuanya akan digandakan pada hari-hari tersebut. Amalan yang dikerjakan ketika itu walaupun ia kecil tetapi ianya lebih disukai oleh Allah Ta’ala jika dibandingkan pada hari-hari lain, begitu juga amalan yang besar seperti berjihad di jalan Allah yang dikatogerikan di antara amalan yang terbaik, tidaklah mendapat kehebatan pahala pada hari-hari itu melainkan apabila kuda (kenderaan) yang ditungganginya terbunuh (binasa) dan darahnya keluar (dia cedera atau mati syahid).
Keenam
Disyari’atkan bertakbir pada beberapa hari yang mulia itu pada waktu siang atau malam terutama selepas menunaikan fardu solat lima waktu yang dikerjakan secara berjamaah. Bagi mereka yang tidak menunaikan ‘ibadah haji, takbir bermula dari waktu subuh hari ‘Arafah (9 Zulhijjah) dan bagi yang menunaikannya takbir bermula pada waktu Zohor hari raya haji (10 Zulhijjah), kesemuanya berakhir sehingga waktu ‘Asar pada hari ketiga belas (13) Zulhijjah.
Ketujuh
Disyari’atkan amalan korban (menyembelih haiwan ternakan) pada hari raya haji dan hari-hari Tasyriq (11, 12 dan 13 Zulhijjah). Ia merupakan sunnah (amalan) Nabi Allah Ibrahim ‘Alaihis Solatu was Salam setelah Allah Ta’ala mengujinya dengan perintah menyembelih anaknya Ismail ‘Alaihis Solatu was Salam tetapi ditebus ujian itu dengan digantikan seekor haiwan untuk disembelih.
Kelapan
Imam Muslim Rahimahullah meriwayatkan dari Ummu Salamah Radhia Allah ‘anha bahawa Nabi Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila kamu telah melihat anak bulan Zulhijjah dan ada di kalangan kamu yang ingin berkorban (sembelih haiwan ternakan), hendaklah dia menahan dirinya dari (memotong) rambut dan kukunya”, dan di dalam riwayat lain : “Maka janganlah dia memotong rambut dan kukunya sehinggalah dia berkorban”. Perintah (sunat) ini berkemungkinan ada persamaan dengan hukum bagi mereka yang membawa haiwan ternakan (ketika mengerjakan haji) dari kampung mereka yang telah dijelaskan oleh Allah Ta’ala, maksudnya : “(Dan janganlah kamu mencukur rambut kamu sehinggalah haiwan ternakan (yang dibawa untuk dihadiahkan dagingnya kepada penduduk Makkah) itu sampai ke tempatnya)”. Larangan (memotong rambut dan kuku) ini pada zahirnya adalah khusus kepada pemunya haiwan korban tersebut sahaja dan tidak termasuk isteri dan anak-anaknya melainkan mereka juga mempunyai haiwan seumpamanya, dan tidak mengapa jika yang berkenaan membasuh dan menggosok kepalanya kemudian terjatuh beberapa helai rambutnya.
Kesembilan
Setiap muslim hendaklah berusaha untuk menunaikan solat hari raya secara berjamaah, menunggu mendengar khutbah yang dibaca oleh imam selepas selepas solat tersebut supaya mendapat pengajaran daripadanya. Sepatutnyalah dia mengetahui hikmat di sebalik perayaan ini ; ia merupakan hari menyatakan kesyukuran dengan melakukan kebaikan, janganlah pula dilakukan padanya perkara yang mendatangkan kemurkaan Allah dengan mengerjakan ma’siat, kesombongan, pertengkaran, bermasam muka dan sebagainya yang boleh menjadi sebab kepada terhapusnya amalan-amalan kebaikan yang telah dikerjakannya sebelum itu.
Kesepuluh
Penuhilah hari-hari berkenaan dengan ketaatan kepada Allah, berzikir, bersyukur, menunaikan perintahNya, menjauhi laranganNya, mendekatkan diri kepadaNya semoga mendapat rahmat dan keampunanNya.
Sumber: http://monofar.multiply.com
Imam al Bukhari Rahimahullah meriwayatkan daripada Ibnu ‘Abbas Radhia Allah ‘anhuma bahawa Baginda Nabi Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tiada suatu haripun, amalan kebaikan padanya mempunyai kelebihan melainkan pada hari-hari ini – iaitu sepuluh hari Zulhijjah-”. Para Sahabat Baginda bertanya : “Apakah juga (pengecualian itu) termasuk jihad pada jalan Allah ?” . Ujar Baginda : “Tidak juga (termasuk) berjihad pada jalan Allah kecuali bagi seorang yang keluar dengan jiwa raga dan hartanya dan tidak membawa pulang apa-apa pun”.
Imam Ahmad Rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Radhia Allah ‘anhuma bahawa Baginda Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tiada suatu haripun, amalan kebaikan padanya mempunyai kelebihan melainkan pada hari-hari sepuluh Zulhijjah ini, oleh kerana itu perbanyakkanlah padanya tahlil (La Ilaha Illa Allah) , takbir (Allah Akbar) dan tahmid (Alhamdu Lillah)”.
Ibnu Hibban di dam kitab Sahihnya meriwayatkan dari Jabir Radhia Allah ‘anhu bahawa Baginda Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Seutama-utama hari adalah hari ‘Arafah”.
JENIS AMALAN YANG DIANJURKAN PADANYA.
Pertama
Menunaikan ibadah haji dan ‘umrah yang merupakan sebaik-baik amalan. Banyak hadith yang menyatakan kelebihan ibadah ini di antaranya : Sabda Nabi Salla Allah ‘alaihi wa sallam : “Satu ‘umrah ke ‘umrah yang lain menghapuskan (dosa) yang dilakukan di antara keduanya dan haji yang baik (diterima) tiada baginya balasan melainkan Syurga”.
Kedua
Berpuasa pada hari-hari tersebut atau sekadar kemampuannya – terutamanya pada hari ‘Arafah - . Tidak dinafikan bahawa puasa adalah di antara amalan yang terbaik dan ianya adalah pilihan Allah Ta’ala sendiri sebagaimana yang dinyatakan di dalam sebuah hadith qudsi : “Puasa itu adalah bagiKu dan Akulah yang membalasinya, dia meninggalkan keinginan nafsunya, makanan dan minumannya semata-mata keranaKu”. Dari Abu Sa’id al Khudri Radhia Allah ‘anhu berkata : ‘Rasulullah Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tiada seorangpun yang berpuasa pada satu hari di jalan Allah melainkan Allah menjauhkan dengan puasanya itu mukanya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun” (muttafaq ‘alaih). Imam Muslim Rahimahullah meriwayatkan dari Abi Qatadah Radhia Allah ‘anhu bahawa Rasulullah Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Puasa pada hari ‘Arafah, saya mengharap Allah akan menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang mendatang”.
Ketiga
Takbir (Allahu Akbar) dan berzikir padanya, firman Allah Ta’ala yang bermaksud : “(Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang termaklum)”, hari-hari tersebut dijelaskan sebagai sepuluh hari di bulan Zulhijjah. Oleh kerana itulah para ‘Ulama menyarankan supaya diperbanyakkan berzikir pada hari-hari tersebut sebagaimana mafhum hadith Ibnu ‘Umar Radhia Allah ‘anhuma yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad Rahimahullah, di antaranya : “Oleh kerana itu perbanyakkanlah padanya tahlil (La Ilaha Illa Allah) , takbir (Allah Akbar) dan tahmid (Alhamdu Lillah)”. Imam Al Bukhari Rahimahullah meriwayatkan bahawa Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah Radhia Allah ‘anhum kedua mereka pada hari-hari tersebut selalu keluar ke pasar bertakbir dan diikuti oleh orang ramai. Imam Ishaq Rahimahullah meriwayatkan bahawa para Fuqaha’ (ahli feqah) di kalangan Tabi’in (generasi selepas Sahabat Nabi) sentiasa membaca pada hari-hari itu “[Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illa Allah, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa LillahI Hamdu]”. Adalah amat digalakkan supaya suara ditinggikan ketika bertakbir di pasar, rumah, jalan, masjid dan selainnya berdasarkan firman Allah Ta’ala yang bermaksud : “( Dan supaya kamu membesarkan (bertakbir) Allah di atas ni’matNya menghidayat kamu)”. Dibolehkan juga pada hari-hari tersebut berzikir dengan apa-apa zikir yang lain dan segala do’a yang baik.
Keempat
Bertaubat dan meninggalkan segala ma’siat dan dosa, semoga dengan amalan baik dapat mencapai keampunan dan rahmat Allah. Ini kerana ma’siat adalah punca kepada jauh dan terhindarnya seorang hamba dari rahmat Allah manakala ketaatan pula adalah punca dekat dan kasihnya Allah kepadanya. Di dalam sebuah hadith yang diriwatkan oleh Abu Harairah Radhia Allah ‘anhu, Baginda Nabi Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah mencemburui (tidak suka) apabila seseorang hambaNya melakukan perkara yang ditegahNya” (muttafaq ‘alaihi).
Kelima
Memperbanyakkan amalan soleh (baik) terutama amalan-amalan sunat tambahan seperti solat sunat, bersedekah, berjihad, mebaca al Quran, menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran dan seumpamanya kerana kesemuanya akan digandakan pada hari-hari tersebut. Amalan yang dikerjakan ketika itu walaupun ia kecil tetapi ianya lebih disukai oleh Allah Ta’ala jika dibandingkan pada hari-hari lain, begitu juga amalan yang besar seperti berjihad di jalan Allah yang dikatogerikan di antara amalan yang terbaik, tidaklah mendapat kehebatan pahala pada hari-hari itu melainkan apabila kuda (kenderaan) yang ditungganginya terbunuh (binasa) dan darahnya keluar (dia cedera atau mati syahid).
Keenam
Disyari’atkan bertakbir pada beberapa hari yang mulia itu pada waktu siang atau malam terutama selepas menunaikan fardu solat lima waktu yang dikerjakan secara berjamaah. Bagi mereka yang tidak menunaikan ‘ibadah haji, takbir bermula dari waktu subuh hari ‘Arafah (9 Zulhijjah) dan bagi yang menunaikannya takbir bermula pada waktu Zohor hari raya haji (10 Zulhijjah), kesemuanya berakhir sehingga waktu ‘Asar pada hari ketiga belas (13) Zulhijjah.
Ketujuh
Disyari’atkan amalan korban (menyembelih haiwan ternakan) pada hari raya haji dan hari-hari Tasyriq (11, 12 dan 13 Zulhijjah). Ia merupakan sunnah (amalan) Nabi Allah Ibrahim ‘Alaihis Solatu was Salam setelah Allah Ta’ala mengujinya dengan perintah menyembelih anaknya Ismail ‘Alaihis Solatu was Salam tetapi ditebus ujian itu dengan digantikan seekor haiwan untuk disembelih.
Kelapan
Imam Muslim Rahimahullah meriwayatkan dari Ummu Salamah Radhia Allah ‘anha bahawa Nabi Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila kamu telah melihat anak bulan Zulhijjah dan ada di kalangan kamu yang ingin berkorban (sembelih haiwan ternakan), hendaklah dia menahan dirinya dari (memotong) rambut dan kukunya”, dan di dalam riwayat lain : “Maka janganlah dia memotong rambut dan kukunya sehinggalah dia berkorban”. Perintah (sunat) ini berkemungkinan ada persamaan dengan hukum bagi mereka yang membawa haiwan ternakan (ketika mengerjakan haji) dari kampung mereka yang telah dijelaskan oleh Allah Ta’ala, maksudnya : “(Dan janganlah kamu mencukur rambut kamu sehinggalah haiwan ternakan (yang dibawa untuk dihadiahkan dagingnya kepada penduduk Makkah) itu sampai ke tempatnya)”. Larangan (memotong rambut dan kuku) ini pada zahirnya adalah khusus kepada pemunya haiwan korban tersebut sahaja dan tidak termasuk isteri dan anak-anaknya melainkan mereka juga mempunyai haiwan seumpamanya, dan tidak mengapa jika yang berkenaan membasuh dan menggosok kepalanya kemudian terjatuh beberapa helai rambutnya.
Kesembilan
Setiap muslim hendaklah berusaha untuk menunaikan solat hari raya secara berjamaah, menunggu mendengar khutbah yang dibaca oleh imam selepas selepas solat tersebut supaya mendapat pengajaran daripadanya. Sepatutnyalah dia mengetahui hikmat di sebalik perayaan ini ; ia merupakan hari menyatakan kesyukuran dengan melakukan kebaikan, janganlah pula dilakukan padanya perkara yang mendatangkan kemurkaan Allah dengan mengerjakan ma’siat, kesombongan, pertengkaran, bermasam muka dan sebagainya yang boleh menjadi sebab kepada terhapusnya amalan-amalan kebaikan yang telah dikerjakannya sebelum itu.
Kesepuluh
Penuhilah hari-hari berkenaan dengan ketaatan kepada Allah, berzikir, bersyukur, menunaikan perintahNya, menjauhi laranganNya, mendekatkan diri kepadaNya semoga mendapat rahmat dan keampunanNya.
Sumber: http://monofar.multiply.com
Jika Aku Jatuh Cinta
By ummu_daffa - Posted on 19 June 2006
http://boemi-islam.com
Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas
sehingga melupakan aku
pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
http://boemi-islam.com
Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas
sehingga melupakan aku
pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Jumat, 23 Mei 2008
Hari ini Saya agak sedikit lelah..karna baru pulang kuliah dan mampir sebentar di Warnet untuk refreshing...
Sebentar lagi Saya mau kerumah sakit soalnya Ibu Saya sedang sakit dan di rawat di RS Asia Medika...
Buat semua.....do'aun Ibu Rika yach semoga cepat sembuh dan bisa berkumpul kembali bersama kami dirumah !!!!!
Sebentar lagi Saya mau kerumah sakit soalnya Ibu Saya sedang sakit dan di rawat di RS Asia Medika...
Buat semua.....do'aun Ibu Rika yach semoga cepat sembuh dan bisa berkumpul kembali bersama kami dirumah !!!!!
Rabu, 21 Mei 2008
Langganan:
Postingan (Atom)

